A. PERUSAHAAN
1.
Pengertian
Perusahaan
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan
ekonomi yang diorganisasi dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang
tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan
tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan
cara yang menguntungkan.
2.
Jenis-Jenis Perusahaan
1. Perusahaan Jasa
2.
Perusahaan Dagang
3.
Perusahaan Manufaktur
3.
Unsur-Unsur Penting Dalam Perusahaan :
a. Organisasi
Organisasi merupakan sekumpulan
orang-orang yang mempunyai pikiran dan berkembang.
b. Produksi
Produksi merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan untuk mengolah suatu bahan atau sumber-sumber ekonomi yang ada.
Produksi dibagi menjadi dua bagian,
yaitu :
1) Produksi
Langsung, ada dua bagian :
a) Produk
Primer (ekstratif)
b) Produksi
Sekunder
2) Produksi
Tak Langsung
c. Sumber-Sumber Ekonomi atau Faktor Produksi :
1. Sumber
ekonomi alam (material dan bahan baku)
2. Sumber
ekonomi manusia (tenaga kerja)
3. Sumber
ekonomi modal (dana, mesin, dan gedung)
4. Sumber
ekonomi manajerial (keahlian mengelola)
5. Sumber
ekonomi lingkungan (sosial dan budaya)
d. Kebutuhan
Konsumen
Kebutuhan barang dan jasa diperlukan
adanya interaksi antara berbagai perusahaan dengan masyarakat atau konsumen
menimbulkan adanya kegiatan ekonomi yang bersifat bisnis (orientasi mencapai
laba).
e.
Laba / Keuntungan
Laba merupakan selisih
antara penjualan dengan biaya yang digunakan untuk menghasilkan barang
tersebut.
Perusahaan yang
didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang sebenernya mempunyai beberapa
tujuan secara umum yaitu :
1). Pencapaian
laba maksimum
2). Kelangsungan
hidup (survival)
3). Pertumbuhan
perusahaan (growth)
4). Prestise
5). Kesejahteraan
masyarakat
6). Kesejahteraan
anggota perusahaan dan sebagainya.
4. Sifat-Sifat Perusahaan
a. Komplek
b. Sebagai satu kesatuan
c. Bermacam-macam
d. Sifat dinamis
5. Perusahaan Dalam Industri dan Bisnis
Perusahaan dalam dunia usaha berperan
sebagai perantara untuk mempertemukan sumber faktor produksi dengan konsumen
sehingga kegiatan dunia usaha sangat membantu usaha-usaha yang dilakukan
perusahaan dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumen yang meliputi semua aspek
kegiatan untuk menyalurkan barang dari bahan mentah sampai menjual barang jadi.
Ada beberapa faktor
yang mempengaruhi kegiatan bisnis yaitu:
a. Inflasi
b. Pengangguran
c. Tabungan dan
investasi
d. Pemerintah
e. Produktifitas.
6. Lokasi Perusahaan.
Pertimbangan
yang dipakai perusahaan untuk memilih lokasi perusahaan dapat didasarkan pada:
a. Hubungan perusahaan dengan
sumber-sumber ekonomi.
b.
Hubungan perusahaan dengan sejarah.
c. Hubungan perusahaan dengan pemerintah.
7.
Bentuk-Bentuk Perusahaan
Faktor-faktor dalam memilih bentuk-bentuk perusahaan
:
a. Jenis
usaha yang akan dilaksanakan
b.
Jumlah modal yang dibutuhkan/tersedia
c.
Volume produksi
d.
Penentuan tanggung jawab terhadap modal bila mengalami kerugian
e.
Penentuan pembagian laba
f.
besar kecilnya resiko yang dihadapi pemilik modal
g.
kelangsungan hidup perusahaan
8.
Bentuk
Perusahaan Secara Yuridis
A.
Perusahaan Perseorangan
Perusaaan
perorangan adalah suatu badan usaha yang dimiliki, dikelola, dan dipimpin
seorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua kekayaan dan kewajiban
perusahaan. Contoh: home industri.
B.
Persekutuan Firma (Fa)
Persekutuan
Firma adalah persekutuan untuk menjalankan usaha antara 2 orang atau lebih
(maksimal 10 orang) dengan nama bersama.
C.
Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer adalah persekutuan antara 2 orang atau lebih (maksimal 5 orang) untuk menjalankan suatu usaha dimana sebagian sekutu bertanggungjawab terbatas dan sekutu lainnya bertanggungjawab tidak terbatas.
Persekutuan Komanditer adalah persekutuan antara 2 orang atau lebih (maksimal 5 orang) untuk menjalankan suatu usaha dimana sebagian sekutu bertanggungjawab terbatas dan sekutu lainnya bertanggungjawab tidak terbatas.
Dalam
CV terdapat 2 macam sekutu, yakni:
1. Sekutu/Persero Komanditer
2. Sekutu/Persero Komplementer
D. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan
Terbatas adalah bentuk perusahaan yang terdiri dari pemegang saham yang
mempunyai tanggung jawab terbatas hanya sebesar modal yang distor/ditanam
bila perusahaan mengalami kerugian.
E.
Koperasi
Koperasi
adalah organisasi perekonomian rakyat yang berasas kekeluargaan. Peranan
koperasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu peranan ekonomi dan peranan sosial.
Macam-macam
Koperasi:
1.
Koperasi simpan pinjam
2. Koperasi konsumsi
3. Koperasi produksi
F.
BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Badan
Usaha Milik Negara adalah semua bentuk perusahaan yang seluruh modalnya
merupakan kekayaan Negara, kecuali ada ketentuan lain berdasarkan
undang-undang.
G.
BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)
BUMD
yaitu Perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan daerah yang seluruh atau
sebagian modalnya milik pemerintah yang bersangkutan (terdapat ditiap
provinsi).
B.
BISNIS
1. Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu usaha yang di kerjakan perseorangan ataupun berkelompok dimana di dalam usaha tersebut mempertemukan pembeli dan penjual yang saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak. Bisnis ini dijalankan untuk mendapatkan suatu keuntungan atau laba.
Bisnis adalah suatu usaha yang di kerjakan perseorangan ataupun berkelompok dimana di dalam usaha tersebut mempertemukan pembeli dan penjual yang saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak. Bisnis ini dijalankan untuk mendapatkan suatu keuntungan atau laba.
2. Bentuk dasar kepemilikan bisnis
Bentuk umum:
Bentuk umum:
a.
Perusahaan perseorangan
b.
Persekutuan
c.
Perseroan
d.
Koperasi
3. Klasifikasi
a. Manufaktur adalah
bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau
komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh: perusahaan
yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
b. Bisnis jasa adalah
bisnis yang menghasilkan barang intangible dan mendapatkan keuntungan dengan cara
meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh: konsultan dan psikolog.
c. Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Contoh : Waralaba.
c. Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Contoh : Waralaba.
d.
Bisnis
pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi
barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
e. Bisnis
finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan
pengelolaan modal.
f. Bisnis
informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali
properti intelektual (intelellectual property).
g. Utilitas adalah
bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan
biasanya didanai oleh pemerintah.
h. Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan
dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan
bangunan.
i.
Bisnis
transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara
mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
4. Jenis – Jenis Bisnis
a. Monopsoni
a. Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku
usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang
dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
b. Oligopoli
b. Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran
satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.
c. Oligopsoni
Oligopsoni adalah
keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau
menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
d. Pasar
monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein,
menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual
yang menguasai pasar.
Monopoli
yang Tidak Dilarang :
a. Monopoli by Law
Monopoli oleh negara untuk
cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang
banyak.
b. Monopoli by Nature
Monopoli yang lahir dan tumbuh
secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.
c. Monopoli by Lisence
Izin penggunaan hak atas kekayaan
intelektual
B. KESIMPULAN
Etika
dalam bisnis dibutuhkan
karena untuk membentuk
suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta
mempunyai kemampuan
menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang
kokoh. Hal tersebut dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang
baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang
handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Praktek etika bisnis pada perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
1. Akan dapat mengurangi biaya akibat
dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik internal perusahaan maupun dengan
eksternal perusahaan.
2. Akan dapat meningkatkan motivasi
pekerja.
3. Akan melindungi prinsip kebebasan
berniaga
4. Akan meningkatkan keunggulan
bersaing.
Tindakan yang tidak etis bagi
perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat serta
akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan
beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan
maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi
nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan
bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan
yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang
karier. Karyawan yang berkualitas adalah asset yang palin berharga bagi perusahaan, oleh karena itu
semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
Kita tidak bisa berasumsi bahwa pasar atau dunia bisnis dipenuhi oleh orang-orang jujur, berhati mulia dan bebas dari akal bulus serta kecurangan/manipulasi. Tetapi sungguh tidak ada gunanya berbisnis dengan mengabaikan etika dan aspek spiritual. Biarlah pemerintah melakukan pengawasan, biarlah masyarakat memberikan penilaian dan sistem pasar (dan sistem Tuhan tentunya) akan bekerja dengan sendirinya.
Dalam zaman informasi seperti ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan massif. Memperlakukan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis, adil dan jujur adalah satu-satunya cara supaya kita dapat bertahan di dalam dunia bisnis sekarang.
Manfaat perusahaan dalam menerapkan etika bisnis, yaitu :
a. Perusahaan
mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Perusahaan yang jujur akan menciptakan
konsumen yang loyal. Bahkan konsumen akan merekomendasikan kepada orang lain untuk
menggunakan produk tersebut.
b. Citra
perusahaan di mata konsumen baik.
Dengan citra yang baik maka perusahaan
akan lebih dikenal oleh masyarakat dan produknya pun dapat mengalami peningkatan
penjualan.
c. Meningkatkan
motivasi pekerja.
Karyawan
akan bekerja dengan giat apabila perusahaan tersebut memiliki citra yang baik di mata perusahaan.
d.
Keuntungan perusahaan dapat di peroleh.
Etika adalah berkenaan dengan
bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah
perusahaan yang beretika.
Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Para kritikus pandangan tradisional menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
C. DAFTAR PUSTAKA
Seri Diktat Kuliah Pengantar Bisnis Penerbit Gunadarma University
Tidak ada komentar:
Posting Komentar